Senin, 04 Maret 1991
Kasub Dikmenum Depdikbud NTB, ibu Dra. Siti Badriyah yang asal Jogja datang ke Wisma tepat ketika kami semua selesai sarapan pagi. Beliau mengucapkan selamat datang kepada kami dan minta ma’af baru datang pagi itu, karena kesibukan dalam pembukaan PORDA NTB kemarin ( 03 Maret 1991 ).
Pagi itu kami sudah bersiap untuk menuju ke Kanwil Depdikbud NTB, tetapi tidak jadi karena Kakanwil yang diwakili oleh Kabid Dikmenum sendiri yang akan datang ke Wisma sebagai tanda atau ucapan penerimaan kami. Bapak Drs. M. Achwan sebagai Kepala Bidang Dikmenum memberikan ucapan selamat datang dan bertugas di wilayahnya, wejangan dan saran-saran. Kami disuguh makanan ringan alakadarnya. “Terima kasih atas penyambutan dan penerimaan kami, Pak “
Selasa, 05 Maret 1991
Mencari dan menuju sekolah masing-masing, akhirnya SMAN Cakranegara ketemu juga. Keadaannya…..jauh dari keramaian dan terkenal dengan sebutan sekolah di bawah rumpun bambu, karena di depan dan samping sekolah adalah kebun bambu, tidak terlalu gersang dengan penghijauan yang cukup baik, ya……suasana yang nyaman sebenarnya untuk belajar. Aku dengan temanku yang kebetulan sama ditugaskan disini diterima di sekolah ini, diperkenalkan dengan para petugas Tata Usaha dan guru-guru yang hadir hari itu. Aku sudah dapat pekerjaan sekarang……aku dan temanku kembali ke Wisma. Sore harinya aku akan mencari alamat yang diberikan Mie dan menghubunginya. Ditemani temanku Hedi Hatadi, Tanya sana sini akhirnya ketemu, kami disambut dengan baik. Bahkan ketika kami mau pamitan, kami diantar ke Wisma….malah kami diajak jalan-jalan dulu ke Pantai Senggigi yang notabene adalah kawasan Wisata paling dibanggakan di Pulau Lombok sebagai Bali Ke 2, sempat menyaksikan sunsetnya Lombok, sungguh indah pemandangannya walau hanya sekedar melintas karena waktu sudah Maghrib, kami shalat Maghrib di salah satu masjid di kota Ampenan. Tiba di Wisma Pukul 19.30 Wita.
Rabu, 06 Maret 1991
Bawa sebagian barang-barang dari wisma ke rumah Pak Syamsul Arifin ( teman senior kami, Fisika ITB angkatan 1988), kami menempati rumah beliau sementara beliau pulang ke Bandung. Nginap masih di wisma, karena sebagian besar teman-teman yang lain belum dapat rumah kontrakan, dan masih di wisma.
Kamis, 07 Maret 1991
Dapat tugas ngawas ulangan MidSemester, hingga hari Minggu aku masih nginap di Wisma.
Minggu, 10 Maret 1991
Rekreasi Ke Pantai Senggigi Lombok, beserta : Hedi, Tarhidin + Isteri dan teman-teman lain dari IPB. Inilah wajah sebagian Pantai Senggigi Lombok.
Senin, 18 Maret 1991 : Hari Pertama Puasa 1411 Hijriyah
Selasa, 19 Maret 1991
Untuk pertama kalinya keluar dari daerah Lombok Barat, tujuan Kota Praya Kabupaten Lombok Tengah. Perjalanan lebih kurang satu jam dari Kota Mataram. Dalam rangka “Safari Ramadan” serangkaian membicarakan tentang acara berlebaran Bersama.
Acara : Ngobrol-ngobrol (ngrumpii), mincing di bendungan, buka puasa dan sahur bersama…nginep di rumah Djatmiko. Keadaan daerah ini tidak jauh berbeda dengan daerah lain di Pulau Lombok ini. Kendaraan khas CIDOMO pun banyak terdapat disini. Rencana berikutnya mencari dan mengunjungi Tarhidin n keluarga.
Rabu, 20 Maret 1991
Ternyata Tarhidin yang ngajar di SMAN Pujut Lombok Tengah, ngontrak rumah di Kota Praya ini, jadi rencana ke PUJUT tidak jadi, aku temui Trahidin di rumahnya di samping terminal Oplet di Praya.
Acara : buka puasa bersama, nginep, sahur bersama…( rencana tidak nginep, tapi Tarhidin maksa saya untuk ikut buka puasa bersama.
Sekedar ingin tahu bagaimana keadaan daerah lain dan saling mengunjungi untuk melepas rindu dan bersilaturahmi.
Pulang ke rumah tanggal 21 Maret 1991 bertepatan dengan itu, terima surat dari Bapa di Majasuka, Isi surat : tilam kasono, minta informasi lengkap tentang route perjalanan ke Lombok.
Kamis, 28 Maret 1991
Ada panggilan dari bendahara Sekolah………..ada rejeki katanya, ternyata gaji pertama sudah cair untuk bulan Maret 1991. Ingin tahu besarnya :
Gaji Pokok Rp. 89.700,-
Gaji bersih Rp. 88.500,-
Rasa syukur kami panjatkan kepada-Mu ya Allah yang senantiasa memperhatikan, mengasihi dan menyayangi umatNya. Amien.
Sabtu, 30 Maret 1991
Menemani Hedi Hatadi kembali mengunjungi Tarhidin dan isteri, yang katanya sudah kangen berat ingin ketemu Dient,…………..nginap lagi. Keesokan harinya, Minggu 31 Maret 1991 kami jalan-jalan dengan tujuan Pantai KUTA LOMBOK TENGAH..menikmati indahnya pantai Kuta Lombok. Pulang dari Kuta, ketemu dan kumpul-kumpul dengan teman-teman lain : Suhadin, Sanidi, Hadi, Tarhidin, Jatmiko, Yoshi, Arifin, Otong dan Asep Taufik.
Tanggal 10 s.d 23 April 1991 : LIBUR HARI RAYA LEBARAN 1411 H
Minggu, 07 April 1991
Pertemuan perwakilan LOBAR-LOTENG – LOTIM untuk pembicaraan akhir persiapan acara berlebaran bersama, diadakan di rumah Arifin+Jatmiko Praya Lombok Tengah, mampir juga ke Tarhidin+isteri.
Rabu, 10 April 1991
Safari Ramadan dalam rangka mempersiapkan acara Lebaran.
Tujuan : Gerung, menemui Gita, Dedeh dan A’I, ternyata mereka tidak ada, katanya pergi ke Sumbawa dengan temannya orang Sumbawa, menemui Edi Sugiarto di Ampenan, ternyata dia juga tidak ada, katanya pergi ke Sakra Lombok Tengah menemui Caswidi dan Ade Suratno….akhirnya shopping ke Ruby Dept.Store, Cakranegara
Jum’at, 12 April 1991 : Rumah Hedi di Narmada
Senin, 15 April 1991
Satu hari menjelang Hari Raya Iedul Fitri suasana rumah bagai menjelang sebuah pesta, satu demi satu mereka berdatangan…suasana menjadi kian hangat dan semarak. Mereka semua lulusan Program D-3 angkatan yang sama yang dating bersama dan sekarang akan berlebaran bersama. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga dan biaya hanya sekedar untuk
mempererat rasa kekeluargaan dan rasa kebersamaan diantara kami. Mereka dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur bersatu di rumah kontrakanku. Rombongan pertama dating dari Mataram dan dari Gerung yang punya tugas untuk persiapan pertama, kemudian disusul dari Lombok Tengah dan Lombok Timur.
Seakan semua terlena dalam kesibukan, dalam canda ria penuh kerinduan dan rasa kekeluargaan. Seakan tak terasa oleh mereka kangen pada keluarga di Pulau Jawa hingga hari raya tiba.
Malam hari diisi dengan acara Takbir mengagungkan nama Allah dan merupakan malam keakraban
Salasa, 16 April 1991 ( 1 Syawal 1411 H)
Takbir tak henti-hentinya bergema membuat suasana semakin terasa bahwa hari kemenangan buat kita telah tiba. Pagi-pagi sekali semuanya telah bersiap-siap untuk menuju lapangan untuk menunaikan shalat ied.
Sungguh suatu keagunganMu Ya Allah, sehingga acara seperti ini dapat berlangsung. Kami semua berangkat lapangan KarangGenteng. Sesampai di lapangan, kami datang paling duluan sehingga mungkin kami dianggap orang asing waktu itu, karena kami yang anak-anak muda dengan pakaian yang sekenanya menempati barisan (Shaf) paling depan diantara jema’ah yang lain.
Shalat Ied tingkat Kecamatan Ampenan yang didahului dengan sambutan Pak Camat dan dihadiri oleh para alim ulama dan bangsawan di daerah ini, sehingga begitu saya melihat ke belakang shaf, didominasi oleh pakaian jubah putih dan sorban ( tuan guru dan alim ulama )
Selesai sembahyang kamipun menuju rumah bersamaan, tampak wajah-wajah sendu dan linangan air mata pun tak tertahankan lagi.
Ingat kampung halaman, ingat orangtua, keluarga dan…….semuanya yang ditinggalkan. Dengan rasa haru dan………….kamipun salinh bersalam salaman,saling mema’afkan dan saling melebur dosa yang mungkin ada. Demikian pula dengan penduduk setempat kami melakukan silaturrahmi sebagaimana biasanya.
Setelah silaturrahmi , halal bil halal dan makan bersama kami pergi menuju Pantai Senggigi untuk sekedar meredam rasa haru yang mungkin berkepanjangan.
Disana kami lebih akrab lagi, bercengkrama dan bercanda ria, walau kami berbeda tapi kami tetap satu dan memang yang kami inginkan adalah tetap bersatu.


Rabu, 17 April 1991
Suasana rumah kembali sunyi….sepi…..tak lama kemudian Hedi jeng Nana datang ke rumah katanya “nyamper” dengan tujuan Ampenan
Rumah Edi Fisika di Jalan Cendana no 1
Rumah Kepala Sekolah SMAN Masbagik di Jlan Cendana no 9 ( Bapak Lalu Sutawang Masban, B.A. )
Rumah Pak H.Masrur di Jln. Belimbing Ampenan
Acara : Silaturrahmi dan halak bilhalal
Kemudian malamnya Nana dan Hedi nginep lagi di rumah untuk meneruskan acara esok hari
Kamis, 18 April 1991
Berangkat jam 09.00 Wita dengan tujuan masih dalam rangka mengisi liburan Lebaran, tujuan kami pertama adalah rumah Hedi Hatadi di Narmada, yang kedua adalah Taman Suranadi yang merupakan Taman Hutan ( Wana Wisata )
Keadaan Wana Wisata Suranadi dapat dikatakan sangat memprihatinkan, karena perawatannya kurang, bahkan boleh dikatakan terbengkalai, taman bermain yang berantakan,kandang-kandang satwa di dalam kawasan pun tanpa penghuni. Ada satu kandang yang berpenghuni 2 ekor Menjangan yang tampaknya tidak terawat bahkan seperti yang kelaparan disamping kandangnya sendiri yang tidak pernah dibersihkan. Ketika kami meninggalkan rusa itu menjerit-jerit seakan minta dibebaskan kepada kami. Sungguh kasihan memang, rencana yang matang seakan tak ada tindak lanjutnya. Sungguh memprihatinkan………..
Aziz Pratama Nugraha
Dwiky Rizqi Sudrajat
Angga Andrariesta Majied
Ga terasa menitik air mata membaca tulisan ini, 19 tahun serasa didepan mata, dan kebersamaan itu menjadi teridamkan untuk mengulang lagi, benarkah aku menjadi bagian dari cerita itu, makasih ya nji, kamu baik banget waktu itu sama aku, dan silaturrahmi ini tidak kemudian menjadi putus karena keterbatasan jarak, sampaikan maaf saya juga sama teh umi atas segala kejadian di lombok waktu itu, sekali lagi terima kasih, kamu mang sahabat yang baik.